Mengenal Istilah “Diversifikasi Investasi” yang Wajib Dipahami Investor Pemula

  • Whatsapp

Banyak saham yang mudah naik dengan cepat, tapi mudah turun dengan cepat juga. Hal ini sering disebut sebagai tingkat volatilitas saham. Dengan kondisi yang seperti ini, melakukan investasi saham memerlukan beberapa strategi untuk menghindari kerugian yang tiba-tiba dan dalam jumlah yang banyak.

Read More

Kalau investasi dapat diibaratkan sebagai telur, sebaiknya Kamu nggak meletakkan semuanya di dalam satu keranjang sama, karena jika jatuh nggak akan ada yang selamat. Hal yang sama berlaku untuk investasi, akan lebih aman kalau kamu melakukan diversifikasi investasi. Kira-kira apa ya yang dimaksud dengan diversifikasi investasi itu?

Berkenalan dengan Diversifikasi Investasi

Terdapat beberapa teknik dalam dunia investasi yang dilakukan untuk memitigasi risiko, salah satunya adalah diversifikasi investasi. Diversifikasi investasi dilakukan dengan cara mengalokasikan dana yang dimiliki untuk investasi ke dalam beberapa instrumen keuangan, industri, dan kategori lainnya.

Hal ini juga dilakukan untuk memaksimalkan keuntungan sekaligus meminimalisir resiko dengan berinvestasi di beberapa sektor. Pilihan sektor yang beragam ini tentu memiliki respon yang berbeda dari fenomena yang sama. Diversifikasi investasi juga bukan jaminan tidak adanya kerugian. Akan tetapi, ini merupakan cara untuk mengurangi risiko potensial terhadap portofolio saham yang kamu miliki. Diversifikasi investasi juga dapat menjaga keseimbangan terhadap portofolio investasi kamu.

Manfaat Diversifikasi Investasi

Seperti yang sudah Kami sebutkan sebelumnya, diversifikasi investasi bermanfaat sebagai cara untuk mengurangi risiko pada portofolio investasimu. Selain itu, teknik ini juga menjaga keseimbangan karena jika terjadi sebuah fenomena keuangan yang buruk, tidak semua investasi yang kamu miliki akan mengalami kerugian.

Kamu juga tidak bergantung pada satu jenis investasi saja untuk mendapatkan keuntungan finansial. Diversifikasi investasi juga membuatmu tidak perlu mengalokasikan banyak waktu untuk menjaga aset investasi yang kamu miliki.

Ketiga, tidak semua investor memiliki keinginan untuk bersikap agresif dan siap mengambil risiko tinggi saat berinvestasi. Jika seseorang merupakan investor pemula atau mungkin pemodal yang akan pensiun, tentu lebih menyukai stabilitas dalam portofolio investasi mereka. Diversifikasi investasi dapat mendorong tercapainya tujuan investasi seseorang sambil memastikan level risiko yang minimal.

Faktor yang Perlu Diperhatikan untuk Diversifikasi Investasi

Sebelum melakukan diversifikasi investasi, hal pertama yang Kamu perlu lakukan adalah membuat analisa profil risiko dari keseluruhan portofolio keuangan termasuk profil bisnis yang kamu miliki. Kemudian, ada baiknya untuk tidak menganggap semua saham ekuitas berisiko atau berasumsi semua obligasi memiliki sifat yang aman.

Setelah memahami kedua hal tersebut, kamu bisa mulai menghitung berapa dana yang dimiliki untuk dialokasikan. Lalu lakukan pemetaan berdasarkan jenis-jenis investasi yang kamu pahami cara kerjanya selain saham. Kamu bisa menjajal investasi lain seperti p2p lending paling aman, emas, obligasi, atau jenis reksadana dalam bentuk kontrak investasi kolektif. Diversifikasi investasi juga bisa dilakukan dengan membeli saham dari perusahaan dengan sektor yang berbeda mulai dari perbankan, fast-moving consumer goods (FMCG), hingga sektor pertanian.

Seperti yang telah Kami sebutkan sebelumnya, diversifikasi investasi memang dapat memberikan keleluasaan waktu dalam menjaga aset. Sehingga ada baiknya waktu luang yang tersisa digunakan untuk menganalisa kapan waktu yang tepat untuk masuk ke pasar investasi dan momentum seperti apa yang cocok untuk menjual aset saham yang dimiliki.

Kira-kira kalau Kamu mau melakukan diversifikasi investasi, instrumen keuangan mana saja nih yang akan kamu masuki?

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *